Senin, 02 Desember 2013

Lagi, Kehilangan Teman Sejati

Peranah merasa kesepian? Merasa hanya seorang diri walau di keramaian? Merasa makhluk paling malang sedunia? Mungkin anda bisa menjawabnya sendiri dalam benak. Menurut saya, mungkin 94% manusia normal pernah berfikir bahwa ia sedang merasa sendiri. Lalu, apa yang harus dilakukan ketika ini terjadi? Haruskah dengan menghalalkan segala cara agar kembali normal? Tentu, itu hanya bersifat semu, tak akan mengobati sepenuhnya, bahkan tidak sama sekali.

Ada banyak faktor yang menyebabkan ini terjadi, salah satunya, kita sering lupa akan ada Dzat yang selalu melihat, mendampingi, dan mengawasi setiap tindakan. Kita sering lupa, bahwa sendiri itu tidak ada, itu hanya mitos. Lalu, mengapa tercipta kata "sepi" dalam bahasa? Sendiri itu tidak untuk hati, namun hanya untuk raga. Hati bila berdiri sendiri, pasti ia akan mati, karena hati harus terpaut pada Sang Ilahi. Mari merenung sejenak.

Namun, lagi-lagi, mengapa kita pernah beranggapan bahwa kita sedang "sepi hati", padahal sebenarnya adalah raga? Mungkin, karena kita terlalu sering mengutamakan raga (akal) daripada hati.
Setiap insan pasti mempunyai cara tersendiri untuk mengobati kesendirian raga. Ada yang mencari teman, berolahraga, bernyayi, dan masih banyak lagi. Dan aku memutuskan, raga ini benar-benar kesepian, setelah kehilanganmu teman.



-Untuk teman yang selalu kurindu, Keynam (Keyboard Smanam). Aku harap, jemari ini masih ingat akan rangkaian not mu, terutama untuk Yiruma :')



Tidak ada komentar:

Posting Komentar